Kesenian Di Jawa Barat

Karakter Seni Tradisional Indonesia Halaman all - Kompas.com

Kesenian di jawa barat adalah warisan budaya yang sangat kaya dan bermanfaat untuk masyarakat. Kesenian ini terlihat dari istilah gamelan, karawitan, dan gangsa.

Gamelan adalah alat musik tradisional yang hanya menggunakan kecapi dan suling. Ini biasanya digunakan sebagai musik pengiringan nyanyian sunda. Ini juga berkaitan dengan cianjuran.

Rampak Kendang

Rampak gendang merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Pola Patola, motif tersebut telah muncul sebagai simbol penyerangan kedua negara bersama dengan kebebasan kultural. “Saya tidak menghargai bahwa dia senang karena melujukkan industri dan masyarakat berbagai negara tersebut,” kata Sandra Sardjono, jurnalis seni dan tekstil, yang mengeksplorasi motif Jlamprang.

Kesenian gendang terdiri dari gerakan kendaraan yang biasanya dimainkan oleh dua atau lebih orang. Pemain yang tewas dari kendaraan ini dikembangkan pada gendang dan diberi dengan suling.

Dewan Kesenian Karawang, agensi pers kegiatan kesenian yang berbasis di Karawang, melaporkan bahwa kedua negara ini ingin menjaga eksistensi kerjayaan kebudayaan di jasada.

Blantek

Blantek adalah kesenian tradisional yang dimainkan oleh masyarakat Sunda. Masyarakat tersebut telah mengemudikan kekuasan berdasarkan seni budaya tradisional dan mendukung kesenian.

Sebuah kumpulan kebudaya tradisional tidak tewas, berkata seorang seniman di Sunda, Sumedang, Papua, dan Cirebon.

Kesenian tradisional Sunda tersebut berkembang dengan laut Jawa Barat yang di timur, dan kerajaan timur Batak, Papua, Madura dan Banten.

Karawitan merupakan salah satu kesenian khas Jawa Barat yang membuat musik tradisional. Irama musik tersebut menggunakan Gamelan dan sangat tujuh-tujuh yang menyusul musiknya. Irama musik ini memiliki pemahaman yang luar biasa untuk digunakan dalam akses ke hari raya. Irama musik tradisional ini adalah seni utama yang paling menyusul dalam saran kesenian tradisional Sunda. Itu adalah kesenian besar yang dimainkan oleh populasi tradisional Sunda. Wayang golek adalah seni pertunjukan boneka kayu yang berasal dari Jawa Barat. Irama tersebut bermain di acara pernikahan, khitanan, dan hari-hari raya. Irama tersebut juga menjadi seni yang favorit di acara bermain di jaipongan.

Jaipur

Jaipong merupakan kesenian di jawa barat yang sudah dipopulerkan hingga ke seluruh dunia. Ini karena melodinya yang unik dan mempesona. Hal ini dapat dimainkan oleh penyanyi solo atau oleh seluruh kelompok pemain. Alat musik utamanya adalah gamelan, namun dapat juga mencakup alat musik lain seperti kerang, agung, selendang, tumpi, dan suling.

Kaleran gaya Jaipongan bercirikan kegembiraan, erotis, humor, gairah, dan spontanitas. Hal ini juga dipengaruhi oleh genre seni lain, seperti musik dan tari. Asal usulnya menggambarkan rasa syukur terhadap alam, sehingga banyak menggunakan bentuk alam dalam dekorasi kostumnya.

Awalnya, jaipongan merupakan bentuk perlawanan terhadap gagasan dan tema Barat yang mulai menyusup ke dalam budaya Sunda. Itu adalah cara masyarakat untuk menegaskan identitas mereka. Namun, kemudian berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar tarian sederhana. Kini menjadi simbol kebudayaan Indonesia pada umumnya dan Jawa Barat pada khususnya.

Wayang Golek

Wayang golek atau teater boneka batang merupakan tradisi di Jawa Barat. Pertunjukan berlangsung di tempat terbuka dan bisa berlangsung sepanjang malam atau terkadang tiga malam. Boneka diukir dari kayu lunak ringan dan memiliki leher panjang yang dapat diputar. Mereka mengenakan sarung katun dan hiasan kepala serta kostumnya dapat menunjukkan karakter. Dalang yang dikenal dengan sebutan dalang mengoperasikan wayang dari bawah panggung sambil menyanyi dan memainkan orkes gamelan di belakangnya.

Matthew Cohen, a British-born Javanese puppeteer who specializes in wayang golek cepak, made his debut in 2012 in Pekandangan with a full-night performance of Sutajaya, accompanied by the musicians of Wayang Golek Budi Mulya. He recently performed in Cibiru with the dalang of Wayang Golek Selacau.

According to President RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, budaya merupakan karakter tersebut, yang berpengaruh untuk menjadikan Indonesia yang produktif dan berkumpulan. Wayang golek terus diketahui untuk dijadikan kesalahan masyarakat, misalnya dalam rangka khitanan dan pernikahan.